Online Store : Apakah penipuan?

Tulisan saya ini merupakan pengalaman pribadi saya selama menjalani usaha menjadi seorang online store entrepreneur, tidak ada cerita yang saya ubah karena niat saya adalah berbagi - berbagi adalah peduli - dan ingin mematahkan stigma masyarakat bahwa yang namanya online store itu pasti adalah penipuan, bagaimana dengan Anda para pembaca? :)

Dalam memulai suatu bisnis, tentu saja tidak selalu dalam kondisi stagnan alias datar/mulus, banyak sekali kejadian yang menyenangkan, unik nan menarik, menjengkelkan, bahkan mengharukan. :D


Ketika saya memutuskan untuk melangkahkan kaki dan memasuki dunia online store, sama halnya dengan saya bersiap untuk mengahadapi segala resiko menjadi seorang entrepreneur. Banyak diluar sana pengusaha yang mengalami kesuksesan, namun juga tidak sedikit pengusaha yang mengalami kegagalan, ketika rintangan datang menghadang saat kita memulai suatu usaha, di situ ketangguhan dan komitmen kita diuji, sampai seberapa jauh kekuatan dan kemauan yang kita miliki, apakah memang dia seorang pemenang, atau mungkin bahkan seorang pecundang.

Bisnis online store yang saya dirikan adalah SPORTATION - Toko Sepatu dan Aksesoris Olahraga Online, mungkin sebagian besar belum banyak yang tahu, karena memang termasuk baru, terlebih lagi SPORTATION adalah toko online, belum memiliki lapak resmi di dunia nyata. Namun itu tidak menjadi alasan bagi saya untuk membatalkan usaha saya tersebut. :)

Bicara tentang seorang pembeli, client, konsumen, reseller, dsb, sungguh-sungguh mereka semua membuat kehidupan saya semakin amazing :D karena dengan adanya mereka, saya bisa lebih banyak belajar dari kesalahan, kegagalan maupun kebaikan, khususnya ketika saya melakukan transaksi dengan mereka.
Bagaimana kalau saya ditipu, mas?
Bagaimana kalau barangnya tidak dikirim, mas?
Bagaimana kalau barangnya tidak sesuai dengan gambar, mas?
Bagaimana...bagaimana...bagaimana....?
Itu merupakan sekelumit pertanyaan yang mungkin terlintas di benak para pembeli. Dan saya pun ketika membeli via online juga sempat terpikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut apalagi jika transaksi dalam jumlah besar, namun yang menjadi catatan adalah SPORTATION tidak berniat untuk melakukan tipu-tipu maupun mencari keuntungan sendiri tanpa mempedulikan kepuasan pembeli.

Ada beberapa testimoni yang dikirim dari pembeli-pembeli langganan saya. Dan pada saat proses transaksi tersebut, tidak selalu mulus dan lancar, mungkin ada beberapa kendala yang menyebabkan pembeli sedikit cerewet :D, mulai dari keterlambatan barang, barang yang salah ukuran, barang rusak setelah sampai di alamat tujuan atau barang out of stock sehingga uangnya harus saya transfer balik.

Tapi yang paling menyenangkan adalah ketika pembeli memberikan testimoni yang bagus kepada saya, tentu hal tersebut sangat membuat saya bangga karena telah membuat pembeli puas.



Salah satu pelanggan saya adalah pemain futsal, mereka mempunyai tim futsal yang ketika itu membutuhkan Jersey Tim Futsal, sampai pada akhirnya tim tersebut order ke SPORTATION, dan alhamdulillah tim tersebut merebut juara ke-2, meskipun secara logika tidak ada hubungannya antara juara dua sama jersey yang dipesan :D tapi maksud mereka adalah berterima kasih karena dengan memakai jersey yang dipesan di SPORTATION, akhirnya mereka memainkan bola dari kaki ke kaki dengan percaya diri. (red: jersey-nya keren) :D

Tim Futsal Garuda Prima FC


Ada juga pembeli SPORTATION yang memberikan testimoni puas karena pengiriman barang pas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, ^^' meskipun kadang ada juga keterlambatan bahkan ada juga yang datang 2 hari lebih cepat. Itu adalah saat-saat olahraga (red: senam jantung) bagi saya, karena nyawa dipertaruhkan :D


Nah, seorang pembeli harus meminta hak-nya kepada penjual, selain mendapatkan barang, pembeli juga harus meminta resi pengiriman barang, walaupun kadang ada juga pembeli yang kurang mempedulikan nomor resi tersebut dengan harapan yang penting barang yang dipesan bisa sampai. Tapi bagi pembeli yang order di SPORTATION dipersilakan untuk meminta nomor resi.


Biar saya itu tidak terlalu repot mengecek di mesin ATM atau ngetik di HP saya buat cek saldo apakah uang dari pembeli yang ditransfer sudah masuk ke rekening saya, tidak ada salahnya jika pembeli mengirimkan struk transfer (jika lewat bank atau ATM) atau mem-forward SMS kepada saya. Ini bukan berarti saya tidak percaya lho, namun biar sama-sama enak, selain itu kan pembeli juga diperbolehkan meminta nomor resi pengiriman, jadi sama-sama saling mengirim informasi :D




Apa yang Anda pikirkan ketika sedang bertransaksi, sudah hampir berhasil namun dibatalkan lantaran barang dagangan Anda ternyata out of stock? T_T Sungguh malu, dan merasa bersalah karena telah mengecewakan pelanggan. Saya pun juga pernah mengalami hal tersebut, ada orderan yang lumayan banyak, tapi ternyata barang dari supplier saya mengalami keterlambatan, akhirnya saya memberikan opsi kepada pelanggan saya, apakah mau menunggu barangnya atau uang ditransfer balik? Hal tersebut saya maksudkan agar pembeli tidak merasa dirugikan, karena niat saya jualan, bukan penipuan, kalau niat mau nipu, ya ke laut sono aja! :D Bisnis itu didasari dengan jujur dan kepercayaan, karena jika dengan cara kotor maka tidak akan membuat seseorang menjadi cepat kaya, namun justru akan semakin bangkrut dan terpuruk. :)


Tiada gading yang tak retak, saya bukan seorang dewa, yang selalu sehat dan hidup tanpa mengalami sakit. :D Pernah saya mendapat orderan dari pelanggan, ketika itu saya sedang sakit radang tenggorokan sehingga memaksa saya harus istirahat cukup lama, pada saat dalam kondisi seperti itu, banyak beberapa orderan yang tidak saya respon, ketika itu ada salah satu pelanggan yang saya terima order-nya, pertimbangannya adalah karena alamat tujuan dekat, selain itu saya merasa kesehatan saya sudah mulai membaik, akhirnya order saya terima dan uang ditransfer ke rekening saya. Namun Allah berkehendak lain, sakit saya belum juga sembuh, sehingga orderan tersebut saya pending sampai molor 3 hari. Si pelanggan juga khawatir, karena BBM, SMS, telpon darinya tidak saya respon, padahal ketika itu saya terbaring di kamar. Akhirnya setelah saya buka HP saya, masyaAllah, telpon masuk, SMS masuk, BBM PING yang lumayan banyak, :D ketika itu saya sungguh-sungguh telah membuat pelanggan saya khawatir. Sampai pada akhirnya saya memohon maaf dan menjelaskan alasan mengapa saya tidak segera membalasnya, dan alhamdulillah dia mengerti dengan keadaan saya tersebut. :)

Jadi buat para pembaca sekalian, calon pembeli di SPORTATION, atau sekedar mampir dan membaca tulisan saya, di sini saya menjelaskan kembali niat awal saya, bahwa bisnis itu harus dilandasi dengan kejujuran, kepercayaan, komitmen, dan attitude yang baik, jika masih saja ada calon pembeli yang mengatakan bahwa Online Store itu penipuan, ya sudah lah, berarti memang dia mamng belum merupakan rezeki kita, masih banyak pelanggan lain yang insyaAllah bakal datang karen komitmen dan kejujuran kita.
Kemudian sebagai manusia, khususnya manusia yang juga seorang pebisnis, jangan sampai kita mengeluarkan kalimat-kalimat yang mengarah kepada kebohongan, misalkan barang imitasi tapi dikatakan original, dsb, itu tidak akan membuat kita semakin kaya tapi justru kita akan bangkrut secara finansial dan terpuruk secara mental. :)

Ayo kita berbisnis dengan cara yang baik, benar, dan halal. :)
Ayo jadi pengusaha, SEKARANG...! :)

Abid

No comments:

Instagram